Selasa, 16 Agustus 2016

Istimewakah arti kemerdekaan bagi kita?? 


    Banyak sekali artikel-artikel mengenai kemerdekaan yang muncul menjelang hadirnya hari dimana teks proklamasi dibacakan. Di sini saya pun tidak kalah untuk mencoba-coba membuat suatu artikel yg berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia.

    71 tahun sudah Bangsa Indonesia tercinta ini bisa mengibarkan bendera Sang Merah Putih, 71 tahun sudah Bangsa tercinta ini merdeka, 71 tahun dengan 7 presiden, 71 tahun dengan segala ceremonial kemerdekaan,  71 tahun berjalan dengan UUD 1945 dan pancasila, 71 tahun dengan segala peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.

    Akan tetapi,  apakah Sang Merah Putih hanya berkibar di angkasa? apakah hanya berkibar di depan rumah-rumah masyarakat seluruh penjuru Nusantara ini? apakah memang hanya untuk sekedar berkibar saja tanpa ada tujuan?? Tanpa ada pemaknaan yang lebih berarti bagi kemajuan dan perbaikan bangsa ini?? Maka, kibarkanlah Sang Saka Merah Putih di hati kita, tancapkan semangat juang Merah Putih di dalam diri kita, implementasikan semangat tersebut dengan memberikan segala hal yang positif yang bermanfaat bagi Negeri Indonesia tercinta ini.

    71 tahun kita merdeka, apa yang sudah kita berikan bagi Negeri Bhineka Tunggal Ika ini? apa yang sudah kita sumbangkan bagi kemajuan Negeri Khatulistiwa ini? apa yang sudah kita perjuangkan bagi Negeri yang katanya kaya akan segala Sumber Daya Alamnya? apa wujud rasa terima kasih kita kepada bangsa ini?? 
Maka, resapilah secara mendalam apa makna kemerdekaan bagi diri kita masing-masing, berikan segala kemampuan terbaik kita untuk Negara tercinta ini, untuk mewujudkan peradaban bangsa yang lebih baik.


    Ir.Soekarno, Soeharto, B. J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo telah menjalankan amanah beliau sebagai pemimpin tertinggi Negeri ini dengan berbagai kebijakan-kebijakanya.  Namun, seiring bergantinya presiden selama 71 tahun ini, apakah Indonesia menjadi Negara yang lebih baik dalam segala aspeknya? Apakah Bangsa ini menjadi Bangsa yang maju dalam segala bidangnya? Apakah para pemimpin sudah bisa menjadi suri tauladan yang baik sehingga bisa menjadi uswatun hasanah bagi masyarakat Indonesia?
Maka, integrasi dan interkoneksi antara pemerintah beserta jajaranya dengan seluruh elemen masyarakat indonesia sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, lebih maju, dan masyarakatnya memiliki keseimbangan antara spiritual,intelektual, dan moral.


    17 Agustus selalu menjadi hari yang bersejarah bagi Bangsa ini. Ceremonial upacara kemerdekaan selalu menjadi momen yang sangat dinantikan dan momen yang sangat krusial. Pasukan paskibra yang dilatih berbulan bulan lamanya hanya untuk menjalankan ceremoni yang berjalan hanya beberapa jam. Atraksi-atraksi para TNI angkatan darat, udara, laut yang sangat menghibur dan segala penampilan-penampilan istimewa yang tentunya membutuhkan latihan, kerja keras, dan biaya yang tidak murah. Namun, apakah hanya ceremonial beberapa jam saja itukah yang diharapkan?apakah hanya atraksi-atraksi yang sangat menawan yang di cita-citakan?? Sejatinya ceremonial tersebut seharusnya bisa menjadikan bangga bahwa kita adalah negara yang bersejarah, negara dengan segala bentuk perjuanganya. Dengan itu, maka momen ini bisa menjadikan semangat juang kita menjadi lebih baik.

    Dengan UUD 1945 sebagai Sumber hukum tertinggi dan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia, sejatinya segala perilaku kita harus sesuai dengan rumusan-rumusan yang terkandung di dalamnya. Akan tetapi, apakah memang UUD 1945 dan pancasila sudah dijalankan dengan baik?? Apakah malah dijadikan alat untuk kepentingan sendiri sehingga banyak terjadi kasus korupsi?? Apakah keduanya hanya sebagi icon saja? Ataukah banyak kelemahan-kelemahan di dalamnya sehingga terdapat kelompok yang menganggapnya tidak sesuai Qur'an dan Sunnah?? Maka, sejatinya UUD 1945 dan pancasila itu dibuat untuk kemaslahatan ummat, untuk kebaikan-kebaikan bersama yang seharusnya bisa menjadikan Negara yang lebih kondusif, tertib, aman dan damai sehingga tercapai lah suatu tujuan yang diharapkan yaitu "Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur".

    Peraturan ada bertujuan untuk kemaslahatan bersama, peraturan ada untuk ditaati, peraturan ada untuk mencegah segala perbuatan buruk yang tidak diinginkan, namun apa jadinya jika ada semboyan peraturan ada untuk dilanggar, peraturan dibuat hanya untuk simbolisme semata, peraturan ada hanya sebagai kedok untuk melakukan perbuatan negatif yang seolah-olah menjadi positif, yang benar menjadi salah dan yang salah dibenarkan, betapa rusaknya jika memang peraturan ditegakkan untuk hal-hal yang negatif, betapa hancurnya Negeri ini jika para pemimpin pun banyak yang melanggar aturan-aturan yang telah di tetapkan. Maka, kita sebagai elemen masyarakat Indonesia harus selalu sadar dan selalu memahami bahwa peraturan ada itu untuk kebaikan kita bersama, maka sekali kesinergian antara pemerintah dan Masyarakat harus selalu harmonis.

    Saya yakin dan optimis masih banyak manusia baik di Negeri ini, saya yakin masih banyak manusia cerdas di Negeri ini, saya yakin masih banyak manusia yang bermoral serta berakhlak mulia di Negeri ini. Dengan mendengar pidato kemerdekaan oleh bapak Presiden RI, saya yakin bahwa bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju. Maka, saya mohon kepada jajaran pemerintahan untuk selalu mengemban amanah dengan baik serta bekerja dengan tulus dan ikhlas demi kemajuan dan kebaikan Negeri tercinta ini.  Dan saya mohon kepada seluruh masyarakat dan kita semua untuk berusaha menjadi warga yang taat akan hukum, peduli akan lingkungan dan berbakti kepada Negeri tercinta ini.  Dengan itu saya yakin akan terasa keistimewaan dari arti kemerdekaan ini.

Indonesiaku... 
Ternyata engkau memang Istimewa....
Dan akan selalu teristimewa di hati kita.. 
dimana pun engkau berada... 


Merdeka... Merdeka... Merdeka!!


Jepara, 16 Agustus 2016

Oleh : Muhammad Radya Yudantiasa
Mahasiswa Prodi Ilmu al-qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar